Selasa, 05 Juni 2012

BAB 1 : LIMIT mat_das


Pokok Bahasan    :    Limit
Deskripsi Singkat : Dalam pertemuan ini Anda akan mempelajari pendahuluan tentang limit. Dengan mempelajari materi tersebut maka Anda akan memahami bahwa limit sangat membantu dalam mempelajari kalkulus karena limit merupakan pengantar diferensial.
I.      Bahan Bacaan
         Martono, K.  1999.  Kalkulus.  Jakarta : Erlangga.

         Purcell, J. E. and D. Varberg.  1992.  Calculus with Analytic Geometry.  4th Edition.  Penerjemah I Nyoman Susila, dkk.  Jakarta : Erlangga.

II.     Bacaan Tambahan
         Hutahaean, E., dkk.  1984.  Seri Matematika : Soal Latihan Matematika untuk Tingkat Pertama Universitas.  Bandung : ITB.

         Kusdiono.  1995.  Matematika Universitas.  Bandung : Citra Pindo.

         Leithold, L.  1991.  The Calculus with Analytic Geometry.  4th Edition.   Penerjemah S. M. Nababan dkk.  Jakarta : Erlangga.

         Suharto.  1992.  Matematika Terapan untuk Perguruan Tinggi.  Jakarta : Rineka Cipta.

         Tim Dosen Matematika.  2002.  Kalkulus : Tahun Pertama Bersama (TPB).  Makassar : Mathematics Department, Hasanuddin University.
 
III.   Pertanyaan Kunci
         Ketika Anda membaca bahan-bahan bacaan, gunakanlah pertanyaan berikut untuk memandu Anda :
         1.    Apa itu limit ?
         2.    Bagaimana cara mencari hasil suatu limit ?
IV.   Tugas
         Carilah sebanyak-banyaknya referensi yang membicarakan pengertian limit !
 
1.1  IDE TENTANG LIMIT

            Kata “limit” berasal dari bahasa Inggris. Sebagai kata benda dalam bahasa Inggris, “limit” berarti batas, sedangkan sebagai kata kerja berarti “membatasi”. Ternyata ide “limit” ini secara tidak disadari sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, misalnya bila kita mendengar kalimat : “Anda hampir tertabrak mobil.” [artinya belum tertabrak mobil, tetapi bila terlambat sedikit saja maka sudah pasti tertabrak mobil]; atau  “Truk itu hampir jatuh ke jurang.” atau  “Perbuatannya mendekati batas kesabaran saya.”
            Ide limit dalam matematika dapat lebih jelas dengan memandang beberapa persoalan berikut.
1.   Bilangan berapa yang paling dekat dengan 3 dari arah kiri ? Apakah 2; 2,9; 2,999; atau 2,99999; atau masih adakah yang lebih dekat lagi ? Selanjutnya bilangan berapa yang paling dekat dengan 3 dari arah kanan ? Apakah 4; 3,1; 3,001; atau 3,00001; atau masih adakah yang lebih dekat lagi ?
2.   Misalkan terdapat bujur sangkar dengan luas 1 (satu) satuan seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 1.1.

 

 
      Mula-mula bujur sangkar dilipat menurut garis L, kemudian menurut garis M, N, O, P, Q, ..., dan seterusnya. Jika lipatan diteruskan, sebesar apakah hasilnya ? Mungkinkah didapat sebuah titik ? Berapa luas segiempat yang sangat  kecil  tersebut ? Apakah luasnya sama dengan nol ?
3.   Misalkan terdapat pula bujur sangkar dengan panjang sisi 1 (satu) satuan seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1.2.

untuk melanjutkan silahkan download filenya disini BAB 1 SESI 1
                                                                           -BAB 1 SESI 2
                                                                           -BAB 1 SESI 3









PRAKTIKUM HUKUM OHM


HUKUM OHM

A.          TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melaksanakan praktikum ini, Praktikum diharapkan dapat :
1.    Membuktikan kebenaran hukum Ohm.
2.    Menjelaskan hubungan antara tegangan arus listrik pada suatu tahanan tertentu.

B.          Teori Dasar
Hukum Ohm menyatakan bahwa jatuh tegangan pada suatu resistor berbanding lurus dengan arus melalui resistor tersebut, sesuatu yang mempunyai sifat perlawanan yang dimiliki resistor tersebut “tahanan” atau “hambatan” atau “resistansi”. jadi resistor adalah kata benda untuk nama bendanya sedangkan resistansi adalah kata benda untuk sifat perlawanannya. Secara matematis ditulis :

V ~ I…………………………………………………….............(1)

atau

            V = R I            ………………………………………………………(2)

Atau

R=V/I  …………………………………………………………......(3)

dalam hal ini
            V = tegangan yang diberikan pada tahanan.
            I  = arus yang mengalir pada tahanan.
            R =  resistansi dari resistor
Tegangan yang diberiakan pada tahanan diukur dengan voltmeter,sementara arus yang mengalir lewat dalam resistor akan diukur dengan amperemeter


 untuk membaca lebih lanjut silahkan download    di sini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites